Sedikit tersirat di 2 tahun yang lalu , yang itu semua tinggal sejarah . Keyakinan , grogi, tangis , bahkan yang tidak tahu apa yang akan kita laukan. That is me ? generasi yang butuh bimbingan ,generasi yang terlantar karena memang tidak tahu kemana harus melangkah . Semua tergambarkan oleh ke 5 teman saya atas 6 CREW di generasi pertama sebuah generasi ketidak tahuan. Itu semua sejarah atau itu semua mala petaka yang mesti dilupakan . Bukan tidak mngkin semua itu adalah kesalahan sekaligus pelajaran pahit yang mendewasakan kita ber- 6 . Sejak awal persaingan dari peletakan slas( / , // , /// ) dari karekter siar sampai nilai tanggung jawab sudah kita rasakan ( bukan kita dapatkan ) saya tegaskan ini semua adalah pelajaran . Saat kawan terancam teman teman yang lain bersorak untuk memberikan dukungan dan ketika teman kita melejit kemampuannya kita pun bersorak untuk meberikan dukungan sekaligus sebagai tantangan untuk menjadi pengantinya. Hari demi hari pergantian ini diiringi pergantian teman teman kami ,( aza , yos) teman kami mundur dengan perlahan lahan. Sampai ke 4 personil inipun merasa kita sudah tua dan tertua . Kita bukan seperti dulu lagi yang bisa memberikan sorak memberikan cacian sebagai wujut kasih sayang , kita sudah berbeda . . . .”
Perlahan waktu telah menggerus waktu , yang saya anggap itu indah. Tatkala teman – teman baru kami kesini lagi dengan seragam kebesaran kita , saat itulah saya harus Continue reading →